Data diperoleh di lokasi kejadian, pelaku penikaman disebut-sebut oknum anggota tentara bernama Syamsuddin bersama sembilan rekannya. Saat mendatangi indekos korban di Jalan Bantabantaeng, Selasa malam, pelaku menggunakan lima sepeda motor.
Hasil penyelidikan polisi, Sanger adalah korban salah sasaran. Sanger bukanlah target dari pelaku penikaman. Namun, karena korban menggunakan sepeda motor yang mirip dengan milik target sehingga menjadi sasaran penikaman pelaku.
Awalnya, para pelaku datang ke lokasi langsung membakar becak milik warga bernama Pudding. Tak hanya itu, rumah milik Safari juga rusak di bagian jendela setelah dilempari pelaku. Setelah itu, pelaku menuju indekos yang ditempati target di Jalan Bantabantaeng lorong VII.
Nah, ketika berada di indekos itu korban ke luar menggunakan motor. Pelaku yang melihat korban tanpa basa-basi langsung menganiaya dan menikam korban pada bagian perut dan telinga kanan korban. Setelah beraksi, pelaku kemudian kabur.
Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Hery Marwanto, mengatakan, motif peristiwa ini adalah dendam lama. "Namun, korban tidak terlibat dalam masalah itu. Sanger hanyalah korban salah sasaran," terang Hery.
Hingga sore kemarin, polisi masih memeriksa intensif seseorang bernama Alan. Sementara oknum tentara masih dalam penanganan Polisi Militer TNI Angkatan Darat. Tim identifikasi Polrestabes Makassar, juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara di Bantabantaeng lorong VII.
Kepala Penerangan Kodam VII Wirabuana, Letkol Inf Anis Yanis Oesman, mengaku, baru mengetahui kasus ini. "Nanti saya cek dulu di lapangan. Tetapi, kalau kasus kriminalnya sepenuhnya ditangani Polrestabes," terang Anis. (ram)






Comments/disqusion
No comments